Thursday, October 16, 2014

Dendam.

Hai dunia yg penuh dgn manusia celaka (bukan semua).

Luka yg lama berdarah kembali. Kali ini lebih dalam. Parut yang tinggal mungkin lebih panjang. Darah yang mengalir lebih pekat. Likat. Pergh padu betul luka kali ini.

Antara terus jd baik dengan dendam. Aku pilih dendam. Dendam memang tak pernah hidup dlm diri seorang nurhanis. Tapi sejak manusia berperangai celaka makin menular, dendam membuak bagai darah yang baru terpenggal kepalanya.

Tersemat seribu satu dendam kesumat lahanat dalam jiwa ini untuk manusia itu. Aku bukan malaikat yg boleh terima buruk buruk kau. Aku manusia yg cuma suka indah indah saja. Ya, memang fitrah manusia yg suka cantiknya saja.

Kali ini, doa aku moga kau jd manusia yg baik dan budiman. Yg bakal menjadi penghuni syurga firdausi. Yg pasti dendam aku pada engkau terpalit padu.

No comments: